BLANTERORIONv101

Mengenal Windows Manager pada Distro Linux

3 Januari 2024

Bismillah.

Distro Linux adalah sistem operasi yang sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan pengguna. Salah satu aspek yang dapat diubah adalah tampilan antarmuka grafis atau GUI (Graphical User Interface). GUI adalah cara untuk berinteraksi dengan komputer menggunakan elemen visual seperti ikon, menu, jendela, dan tombol. GUI memudahkan pengguna untuk melakukan berbagai tugas tanpa harus mengetik perintah di terminal.

GUI pada Distro Linux dibangun di atas sistem yang disebut X Window System, yang merupakan standar industri untuk sistem grafis pada mesin-mesin Linux dan UNIX. X Window System menyediakan dasar untuk menampilkan grafik dan menerima input dari mouse dan keyboard, tetapi tidak menentukan bagaimana tampilan dan perilaku GUI itu sendiri. Untuk itu, dibutuhkan sebuah program yang disebut window manager.

Window manager adalah program yang mengatur penempatan, ukuran, bentuk, warna, dan dekorasi jendela pada GUI. Window manager juga menyediakan cara untuk berpindah antara jendela, menutup, meminimalkan, memaksimalkan, dan mengatur jendela. Window manager dapat mempengaruhi produktivitas, kenyamanan, dan estetika pengguna.

Ada banyak jenis window manager yang tersedia untuk Distro Linux, dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa window manager bersifat sederhana dan ringan, tetapi kurang memiliki fitur dan variasi. Beberapa window manager bersifat kompleks dan berat, tetapi memiliki fitur dan variasi yang banyak. Beberapa window manager bersifat statis, yang berarti jendela ditata secara manual oleh pengguna. Beberapa window manager bersifat dinamis, yang berarti jendela ditata secara otomatis oleh program.

Pengertian

Window manager adalah program yang mengatur tampilan dan perilaku jendela pada GUI. Window manager bekerja di atas X Window System, yang menyediakan fungsi dasar untuk menampilkan grafik dan menerima input. Window manager dapat dijalankan sebagai program mandiri, atau sebagai bagian dari sebuah desktop environment.

Desktop environment adalah kumpulan program yang menyediakan GUI yang lengkap dan terpadu, termasuk window manager, panel, menu, ikon, tema, aplikasi, dan lain-lain. Contoh desktop environment yang populer adalah GNOME, KDE, XFCE, dan LXDE. Desktop environment biasanya lebih mudah digunakan dan dikonfigurasi, tetapi juga lebih berat dan memakan sumber daya.

Window manager dapat digunakan tanpa desktop environment, atau diganti dengan window manager lain di dalam desktop environment. Hal ini memberikan kebebasan dan fleksibilitas bagi pengguna untuk menyesuaikan GUI sesuai dengan selera dan kebutuhan mereka.

Cara Kerja

Window manager bekerja dengan menerima permintaan dari aplikasi untuk membuat atau mengubah jendela, dan mengirimkan perintah ke X Window System untuk mengeksekusinya. Window manager juga menerima input dari pengguna melalui mouse dan keyboard, dan mengirimkan perintah ke X Window System atau aplikasi yang bersangkutan.

Window manager dapat mengatur jendela dengan berbagai cara, tergantung pada jenis dan fiturnya. Ada dua jenis utama window manager, yaitu stacking dan tiling.

Stacking window manager adalah window manager yang menumpuk jendela di atas satu sama lain, sehingga hanya jendela yang paling atas yang terlihat sepenuhnya. Jendela yang berada di bawah dapat disembunyikan, ditampilkan sebagian, atau dibawa ke depan. Stacking window manager biasanya menggunakan konsep desktop virtual, yang berarti pengguna dapat memiliki beberapa ruang kerja yang berbeda, dan berpindah antara mereka. Contoh stacking window manager adalah Openbox, Fluxbox, IceWM, dan Metacity.

Tiling window manager adalah window manager yang menata jendela secara berdampingan, sehingga tidak ada jendela yang menutupi jendela lain. Jendela dapat diatur secara horizontal, vertikal, atau dalam pola lain. Tiling window manager biasanya menggunakan konsep tag, yang berarti pengguna dapat memberi label pada jendela dengan kategori tertentu, dan menampilkan hanya jendela dengan label yang sama. Contoh tiling window manager adalah bspwm, i3, dwm, dan xmonad.

Perbedaan dengan Desktop Environment

Window manager dan desktop environment adalah dua konsep yang berbeda, tetapi saling berkaitan. Window manager adalah program yang mengatur tampilan dan perilaku jendela pada GUI, sedangkan desktop environment adalah kumpulan program yang menyediakan GUI yang lengkap dan terpadu.

Window manager dapat dijalankan sebagai program mandiri, atau sebagai bagian dari desktop environment. Desktop environment biasanya menyertakan window manager bawaan, tetapi pengguna dapat menggantinya dengan window manager lain. Sebaliknya, window manager yang dijalankan tanpa desktop environment biasanya membutuhkan program tambahan untuk menyediakan fungsi-fungsi lain, seperti panel, menu, ikon, tema, dan aplikasi.

Window manager dan desktop environment memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Window manager biasanya lebih ringan, cepat, dan fleksibel, tetapi juga lebih sulit digunakan dan dikonfigurasi. Desktop environment biasanya lebih mudah digunakan dan dikonfigurasi, tetapi mungkin juga lebih berat dan memakan sumber daya.

Contoh Jenis Window Manager

Ada banyak jenis window manager yang tersedia untuk Distro Linux, dan masing-masing memiliki fitur dan karakteristik yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa jenis window manager yang populer:

openbox

Openbox

Openbox adalah stacking window manager yang sangat ringan, cepat, dan stabil. Openbox memiliki tampilan yang minimalis dan sederhana, tetapi dapat dikustomisasi dengan berbagai tema dan skrip. Openbox juga mendukung standar freedesktop.org, yang berarti dapat berinteraksi dengan program-program lain yang mengikuti standar tersebut. Openbox digunakan sebagai window manager bawaan oleh beberapa distro Linux, seperti CrunchBang, ArchBang, dan Lubuntu.

fluxbox

Fluxbox

Fluxbox adalah stacking window manager yang terinspirasi oleh Blackbox, window manager legendaris yang sudah tidak dikembangkan lagi. Fluxbox memiliki fitur yang mirip dengan Openbox, tetapi juga menambahkan beberapa fitur unik, seperti tabbing, slit, dan toolbar. Fluxbox juga memiliki tampilan yang minimalis dan sederhana, tetapi dapat dikustomisasi dengan berbagai tema dan skrip. Fluxbox digunakan sebagai window manager bawaan oleh beberapa distro Linux, seperti AntiX, Fluxbuntu, dan Linux Mint Fluxbox.

icewm

IceWM

IceWM adalah stacking window manager yang sangat ringan, cepat, dan stabil. IceWM memiliki tampilan yang mirip dengan Windows 95, tetapi dapat dikustomisasi dengan berbagai tema dan skrip. IceWM juga memiliki fitur yang cukup lengkap, seperti panel, menu, ikon, taskbar, tray, dan desktop virtual. IceWM digunakan sebagai window manager bawaan oleh beberapa distro Linux, seperti Puppy Linux, VectorLinux, dan Absolute Linux.

metacity

Metacity

Metacity adalah stacking window manager yang sederhana, ringan, dan stabil. Metacity memiliki tampilan yang bersih dan rapi, tetapi tidak memiliki fitur yang banyak. Metacity dirancang untuk bekerja dengan GNOME, desktop environment yang populer. Metacity digunakan sebagai window manager bawaan oleh GNOME hingga versi 2.x, sebelum digantikan oleh Mutter pada GNOME 3.x.

bspwm

bspwm

bspwm adalah tiling window manager yang sangat ringan, cepat, dan fleksibel. bspwm menggunakan konsep binary space partitioning, yang berarti jendela dibagi menjadi dua bagian secara rekursif. bspwm tidak memiliki tampilan sama sekali, tetapi dapat dikontrol dengan menggunakan keyboard atau mouse. bspwm juga dapat dikustomisasi dengan menggunakan skrip bash atau program lain. bspwm digunakan oleh beberapa pengguna Linux yang mengutamakan produktivitas dan estetika.

i3

i3

i3 adalah tiling window manager yang ringan, cepat, dan fleksibel. i3 menggunakan konsep tree, yang berarti jendela dapat dikelompokkan dalam wadah yang berbentuk horizontal, vertikal, atau tab. i3 juga dapat dikontrol dengan menggunakan keyboard atau mouse. i3 juga dapat dikustomisasi dengan menggunakan skrip bash atau program lain. i3 digunakan oleh banyak pengguna Linux yang mengutamakan produktivitas dan estetika.

dwm

dwm

dwm adalah tiling window manager yang sangat ringan, cepat, dan minimalis. dwm menggunakan konsep tag, yang berarti pengguna dapat memberi label pada jendela dengan kategori tertentu, dan menampilkan hanya jendela dengan label yang sama. dwm juga dapat dikontrol dengan menggunakan keyboard atau mouse. dwm juga dapat dikustomisasi dengan menggunakan skrip C atau program lain. dwm digunakan oleh beberapa pengguna Linux yang mengutamakan kesederhanaan dan efisiensi.

xmonad

xmonad

xmonad adalah tiling window manager yang ringan, cepat, dan fleksibel. xmonad menggunakan konsep workspace, yang berarti pengguna dapat memiliki beberapa ruang kerja yang berbeda, dan berpindah antara mereka. xmonad juga dapat dikontrol dengan menggunakan keyboard atau mouse. xmonad juga dapat dikustomisasi dengan menggunakan skrip Haskell atau program lain. xmonad digunakan oleh banyak pengguna Linux yang mengutamakan produktivitas dan estetika.

Penutup

Window manager adalah program yang mengatur tampilan dan perilaku jendela pada GUI Distro Linux. Window manager dapat mempengaruhi produktivitas, kenyamanan, dan estetika pengguna. Ada banyak jenis window manager yang tersedia untuk Distro Linux, dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pengguna dapat memilih window manager yang sesuai dengan selera dan kebutuhan mereka, atau mengganti window manager bawaan dari desktop environment yang mereka gunakan. Window manager dapat dikustomisasi dengan menggunakan tema, skrip, atau program lain.

Barakallahu fiikum.

Creative Commons License
Tulisan ini berada di bawah naungan lisensi (perjanjian pengguna) Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Referensi:

AI Projek
Temukan Pengetahuan Baru, Pelajari, Berubah, dan Bagikan Kebaikannya!

Komentar