BLANTERORIONv101

Linux Chronicles: Menyelami Ubuntu dan Menyatukan Hati dengan Kubuntu

6 Desember 2023

Bismillah.

Di awal kisah, di masa kuliah Teknik Informatika di kota kembang, angin perubahan menderu dalam diri sang penulis. Sistem operasi GNU/Linux menjadi gosip kampus yang memikat, memecah keheningan rumah yang dulu hanya dihiasi oleh Windows XP. Waktu itu, internet di rumah masih impian, dan warnet adalah surga bagi mahasiswa.

Bincang-bincang tentang GNU/Linux mengantar sang penulis menemukan petualangan baru di Google, petualangan yang membawanya kepada Ubuntu, distro GNU/Linux yang berubah menjadi kisah cinta yang tak terduga. Sebulan menunggu, akhirnya, kepingan CD Ubuntu datang dan memulai serangkaian pengalaman baru melalui VMware.

Namun, perjalanan ke dunia GNU/Linux tidak berjalan mulus. VMware menjadi batu ujian, mengingatkan sang penulis bahwa perubahan tidak selalu mudah. Namun, seorang siswa STM menjadi pahlawan tak terduga dengan memperkenalkan Wubi, menyelamatkan penulis dari kebuntuan teknologi.

Ubuntu memikat hati sang penulis, tetapi cinta pertamanya dipertanyakan oleh tampilan Unity yang kurang memikat. Maka, penulis mulai mencari alternatif dan menemukan Kubuntu, distro GNU/Linux lain yang merubah arah cinta penulis.

Perjalanan cinta ini tidak seindah dalam cerita dongeng. Konflik muncul, dan sang penulis harus menghadapi masalah izin, suatu konsep baru yang menguji kesabaran. Dengan bantuan Google sebagai penengah, konflik tersebut akhirnya teratasi, dan Kubuntu semakin mengukuhkan posisinya di hati sang penulis.

Cinta mereka semakin serius. GNU/Linux bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan utama. Pekerjaan di dunia IT semakin mempertegas kehadirannya, meski harus bersaing dengan pengguna Windows. Bahkan saudara yang awam di dunia IT turut merasakan pesona GNU/Linux.

Perjalanan mencintai GNU/Linux tak hanya berhenti pada Ubuntu dan Kubuntu. Debian muncul dengan tantangan sulit, CentOS sebagai sahabat, Zorin OS dengan tampilan yang memesona, hingga Slitaz dengan ukurannya yang kecil. Setiap percobaan adalah bagian dari nada cinta yang semakin lengkap.

Sebagai catatan akhir, sang penulis menyampaikan pesan. GNU/Linux bukanlah misteri yang sulit. Kesulitan hanya muncul karena kita tidak tahu harus mulai dari mana. Dibutuhkan pemahaman dan panduan yang tepat untuk membuka pintu ke dunia GNU/Linux yang sebenarnya. Inilah pesan yang ingin disampaikan oleh cinta sang penulis kepada dunia GNU/Linux.

Catatan: Cerita ini bersumber dari saudara kita Bpk. Muhammad Sutisna. Dengan penuh terima kasih, kami menyampaikan apresiasi kepada beliau yang telah menginspirasi kita semua. Kisah ini dihadirkan kembali oleh AI Projek sebagai bentuk penghargaan atas semangatnya.

Semoga cerita ini menjadi pendorong bagi kita semua, khususnya untuk meninggalkan penggunaan karya cipta secara ilegal. Mari bersama-sama mengadopsi teknologi bebas dan terbuka (FOSS) sebagai landasan utama, sehingga kita dapat menjunjung tinggi hak-hak kita sebagai pengguna, tanpa khawatir akan pelanggaran hak cipta. Jika Anda juga memiliki kisah inspiratif terkait migrasi ke FOSS, jangan ragu untuk menghubungi kami; bersama-sama kita bisa menginspirasi dan membentuk masa depan digital yang lebih cerah.

Terima kasih. Barakallahu fiikum.

Creative Commons License
Tulisan ini berada di bawah naungan lisensi (perjanjian pengguna) Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 International License.

Referensi:

AI Projek
Temukan Pengetahuan Baru, Pelajari, Berubah, dan Bagikan Kebaikannya!

Komentar