BLANTERORIONv101

Pengenalan Linux: Sejarah, Filosofi, dan Distribusi Populer

12 Juni 2023

Bismillah.

GNU/Linux atau lebih dikenal Linux adalah salah satu sistem operasi yang populer dan kuat di dunia. Seiring dengan pertumbuhan dan pengembangan teknologi informasi, pengetahuan tentang Linux menjadi semakin penting bagi para profesional IT. Artikel ini akan memberikan pengenalan singkat tentang sejarah, filosofi, dan distribusi Linux populer.

Kemunculan Proprietary Software

Proprietary Software adalah perangkat lunak yang memiliki hak cipta dan batasan terhadap penggunaan, distribusi, dan modifikasi yang dikenakan oleh penerbit, vendor, atau pengembangnya. Proprietary Software berbeda dengan perangkat lunak bebas atau open source, yang memberikan kebebasan kepada pengguna untuk berbagi, mempelajari, dan mengubah perangkat lunak sesuai kebutuhan mereka.

Sejarah Proprietary Software dimulai sejak akhir tahun 1960-an, ketika IBM sebagai produsen komputer utama saat itu mulai memisahkan harga perangkat keras dan perangkat lunak, serta menghentikan penyediaan kode sumber kepada pelanggan. Hal ini menimbulkan praktik penjualan perangkat lunak secara terpisah dari perangkat keras, yang kemudian diikuti oleh produsen lain. Pada tahun 1976, Bill Gates sebagai pendiri Microsoft mengeluarkan surat terbuka yang mengecam perilaku pembajakan perangkat lunak oleh para penggemar komputer, dan menuntut agar mereka membayar lisensi untuk menggunakan perangkat lunaknya. Pada tahun 1983, hak cipta perangkat lunak biner (yang tidak menyertakan kode sumber) diakui secara hukum di Amerika Serikat melalui putusan pengadilan Apple vs Franklin. Hal ini memperkuat posisi para pengembang perangkat lunak untuk melindungi produk mereka dari penyalahgunaan atau persaingan.

Sepak terjang Proprietary Software dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:
  • Aspek hukum: Proprietary Software dilindungi oleh hukum hak cipta, paten, dan lisensi perangkat lunak. Hukum hak cipta memberikan hak eksklusif kepada pemilik atau pemegang hak cipta untuk mengontrol penggunaan, penyalinan, dan distribusi perangkat lunak. Hukum paten memberikan hak eksklusif kepada pemilik atau pemegang paten untuk mencegah orang lain membuat, menggunakan, atau menjual produk atau proses yang sama atau serupa dengan yang dipatenkan. Lisensi perangkat lunak adalah kontrak antara pengembang dan pengguna yang menetapkan syarat-syarat penggunaan perangkat lunak, termasuk hak dan kewajiban masing-masing pihak. Pengembang atau vendor perangkat lunak bisa mengambil tindakan hukum terhadap pengguna atau organisasi jika melanggar lisensi atau persyaratan yang ditetapkan.
  • Aspek teknis: Proprietary Software biasanya hanya menyediakan berkas biner terbaca-mesin kepada pengguna, tanpa menyertakan kode sumber terbaca-manusia. Hal ini bertujuan untuk menjaga kerahasiaan dan keunggulan kompetitif dari perangkat lunak tersebut. Selain itu, Proprietary Software juga dapat menggunakan mekanisme teknis lain untuk mencegah penyalinan atau modifikasi ilegal, seperti enkripsi, kunci lisensi, aktivasi online, atau sistem manajemen hak digital (DRM).
  • Aspek bisnis: Proprietary Software merupakan sumber pendapatan bagi para pengembangnya, baik melalui penjualan lisensi, langganan, biaya layanan, atau model bisnis lainnya. Proprietary Software juga dapat memberikan keuntungan bagi para penggunanya dalam hal kualitas, dukungan teknis, kompatibilitas, atau fitur-fitur tertentu yang tidak tersedia pada perangkat lunak bebas atau open source. Namun demikian, Proprietary Software juga memiliki beberapa risiko dan tantangan bagi para pengembang dan penggunanya, seperti persaingan pasar, regulasi pemerintah, keamanan data, ketergantungan vendor, atau masalah kompatibilitas.

Contoh-contoh Proprietary Software yang populer di dunia adalah:
  • Microsoft Windows: sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia, dengan berbagai versi dan edisi untuk berbagai perangkat dan kebutuhan. Microsoft Windows memiliki lisensi yang mengharuskan pengguna untuk membayar biaya lisensi dan mengaktifkan produk secara online. Microsoft Windows juga menggunakan DRM untuk mencegah penyalinan atau modifikasi ilegal.
  • Adobe Photoshop: aplikasi pengolah gambar yang paling populer di dunia, dengan berbagai fitur dan alat untuk mengedit, mengoptimalkan, dan mengkreasikan gambar. Adobe Photoshop memiliki lisensi yang mengharuskan pengguna untuk membayar biaya langganan bulanan atau tahunan untuk mengakses aplikasi dan layanan cloud-nya. Adobe Photoshop juga menggunakan DRM untuk mencegah penyalinan atau modifikasi ilegal.
  • Oracle Database: sistem manajemen basis data yang paling banyak digunakan di dunia, dengan berbagai fitur dan alat untuk menyimpan, mengelola, dan menganalisis data. Oracle Database memiliki lisensi yang mengharuskan pengguna untuk membayar biaya lisensi dan biaya layanan tergantung pada jenis dan ukuran basis data yang digunakan. Oracle Database juga menggunakan paten untuk melindungi teknologi dan metode yang digunakannya.

Sejarah Free Software & Open Source Software

Free software dan open source software adalah dua gerakan yang berkaitan dengan perangkat lunak yang memberikan kebebasan kepada pengguna untuk mengakses, memodifikasi, dan mendistribusikan kode sumber perangkat lunak tersebut. Kedua gerakan ini memiliki banyak kesamaan, tetapi juga memiliki perbedaan dalam hal pandangan dan tujuan mereka. Berikut adalah sejarah singkat tentang bagaimana kedua gerakan ini muncul dan berkembang.

Sejarah free software

Free software adalah istilah yang diciptakan oleh Richard Stallman dan Free Software Foundation (FSF) pada tahun 1983 untuk mengacu kepada perangkat lunak yang bebas untuk digunakan, dipelajari, diubah, dan dibagikan, baik dengan atau tanpa modifikasi, atau dengan beberapa syarat untuk menjaga kebebasan tersebut bagi pengguna lain. Free software lebih menekankan pada nilai-nilai moral dan etis dari kebebasan pengguna untuk mengontrol perangkat lunak yang mereka gunakan.

Free software sebenarnya sudah ada sejak adanya perangkat lunak itu sendiri. Pada tahun 1950-an, 1960-an, dan 1970-an, perangkat lunak biasanya dibagikan secara bebas oleh pengguna-pengguna komputer, terutama di kalangan akademik, peneliti, dan militer. Pada masa itu, produsen perangkat keras komputer sering menyertakan kode sumber perangkat lunak yang berjalan di atas perangkat keras mereka, sehingga pengguna dapat memodifikasi atau memperbaiki perangkat lunak sesuai kebutuhan mereka.

Namun, sejak akhir tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an, situasi berubah. Banyak produsen perangkat lunak yang mulai menggunakan hak cipta untuk melindungi produk mereka dari penyalinan atau modifikasi tanpa izin. Banyak pula produsen perangkat keras yang mulai menyertakan perangkat lunak propietaris (tidak bebas) dalam paket penjualan mereka. Perangkat lunak mulai menjadi barang komersial yang mahal dan eksklusif, dan menghilangkan kebebasan pengguna untuk mengontrol perangkat lunak yang mereka gunakan.

Salah satu tokoh yang merespons situasi ini adalah Richard Stallman, seorang programmer di Laboratorium Kecerdasan Buatan MIT. Pada tahun 1980, ia mengalami masalah dengan printer Xerox yang digunakan di laboratoriumnya. Printer tersebut sering macet dan tidak memberi tahu pengguna lain bahwa ada pekerjaan cetak yang tertunda. Stallman ingin memperbaiki masalah ini dengan memodifikasi kode sumber driver printer tersebut, tetapi ia tidak mendapatkan akses ke kode sumbernya dari Xerox. Ia merasa bahwa hal ini merupakan pelanggaran terhadap etika komunitas komputer yang selama ini ia kenal.

Pada tahun 1983, Stallman mengumumkan Proyek GNU, sebuah proyek untuk membuat sistem operasi yang sepenuhnya terdiri dari free software. Proyek ini bertujuan untuk memberikan alternatif bagi sistem operasi UNIX®, yang saat itu sudah menjadi sistem operasi yang populer dan banyak digunakan di dunia akademik dan bisnis, tetapi juga banyak menggunakan perangkat lunak propietaris yang tidak bebas. Stallman juga mendirikan Free Software Foundation (FSF), sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mendukung dan mempromosikan gerakan free software.

Salah satu kontribusi penting dari Proyek GNU adalah Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GPL), sebuah lisensi perangkat lunak yang diciptakan oleh Stallman pada tahun 1989. GPL adalah sebuah lisensi copyleft, yaitu sebuah lisensi yang mengizinkan pengguna untuk menjalankan, menyalin, mempelajari, mengubah, dan membagikan perangkat lunak tersebut, tetapi juga mewajibkan pengguna untuk menjaga kebebasan tersebut bagi pengguna lain jika mereka mendistribusikan kembali versi modifikasi dari perangkat lunak tersebut. GPL menjadi salah satu lisensi free software yang paling banyak digunakan di dunia, termasuk oleh Linux, sebuah kernel perangkat lunak yang dikembangkan oleh Linus Torvalds dan ribuan pengembang lainnya, yang bersama dengan perangkat lunak GNU membentuk sistem operasi GNU/Linux.

Sejarah Open Source Software

Open source software adalah istilah yang dicetuskan oleh Eric S. Raymond, Bruce Perens, dan beberapa aktivis free software lainnya pada tahun 1998 untuk mengacu kepada perangkat lunak yang kode sumbernya dapat diperiksa, dimodifikasi, ditingkatkan, dan dikembangkan secara publik oleh siapa pun. Open source software tidak sama dengan perangkat lunak gratis (freeware), yang hanya bebas dari segi harga, tetapi tidak dari segi hak. Open source software juga berbeda dengan perangkat lunak bebas (free software), yang lebih menekankan pada aspek etis dan filosofis dari kebebasan perangkat lunak, daripada aspek teknis dan praktis dari ketersediaan kode sumber.

Open source software muncul sebagai alternatif dari istilah free software, yang dianggap ambigu atau menyesatkan oleh beberapa orang. Kata "free" dalam free software dapat diartikan sebagai "gratis" atau "bebas", yang dapat menimbulkan kesalahpahaman atau penolakan dari dunia bisnis atau industri. Open source software ingin menekankan pada manfaat teknis dan praktis dari ketersediaan kode sumber perangkat lunak, seperti kualitas, inovasi, kolaborasi, dan efisiensi. Open source software juga ingin menarik minat dari dunia bisnis dan industri untuk menggunakan atau berkontribusi pada perangkat lunak sumber terbuka.

Open source software didukung oleh Open Source Initiative (OSI), sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mendefinisikan dan mempromosikan konsep open source. OSI juga membuat daftar lisensi perangkat lunak yang dianggap sesuai dengan kriteria open source, termasuk GPL dan beberapa lisensi free software lainnya. OSI juga berusaha untuk menjalin kerjasama dengan komunitas free software dan perangkat lunak sumber terbuka lainnya.

Sejak tahun 1990-an, open source software semakin berkembang dan populer di dunia. Banyak perangkat lunak sumber terbuka yang dibuat dan digunakan oleh jutaan orang, baik untuk keperluan pribadi, pendidikan, bisnis, maupun pemerintahan. Beberapa contoh perangkat lunak sumber terbuka yang terkenal adalah Mozilla Firefox, LibreOffice, GIMP, VLC, WordPress, dan Wikipedia. Banyak pula organisasi dan komunitas yang mendukung dan mengembangkan open source software, seperti Debian, GNOME, KDE, Apache Software Foundation, Mozilla Foundation, Wikimedia Foundation, dan lain-lain.

Distribusi Linux

Distribusi Linux atau dikenal juga dengan Distro Linux adalah sebuah versi atau varian dari sistem operasi Linux yang dibuat dengan menambahkan komponen-komponen lain seperti firmware, library, manajer paket, dan aplikasi-aplikasi pendukung. Linux sendiri adalah sebuah kernel atau inti yang bertanggung jawab untuk mengatur interaksi antara perangkat keras dan perangkat lunak pada sebuah komputer.

Ada banyak distro Linux yang tersedia untuk berbagai keperluan dan selera pengguna. Beberapa distro Linux populer dan direkomendasikan untuk pemula adalah:
  • Debian
    Debian adalah sistem operasi yang seluruhnya terdiri dari perangkat lunak bebas dan sumber terbuka. Debian dikenal luas dan telah dikembangkan selama lebih dari 20 tahun. Ada tiga cabang yang bisa Anda gunakan, Stable, Testing dan Unstable. Stabil adalah cabang yang bagus secara keseluruhan. Testing dan Unstable adalah rilis bergulir. Ini berarti bahwa setiap perubahan inkremental di cabang tersebut pada akhirnya akan menjadi Stabil. Misalnya, jika Anda ingin mendapatkan pembaruan berikutnya dari Windows XP ke Windows 10, Anda harus melakukan instalasi Windows 10 yang lengkap. Namun berada di rilis Pengujian, Anda akan secara otomatis mendapatkan pembaruan hingga menjadi rilis sistem operasi berikutnya tanpa harus melakukan penginstalan penuh.
  • Red Hat Enterprise Linux
    Red Hat Enterprise Linux yang biasa disebut RHEL dikembangkan oleh Red Hat. RHEL memiliki aturan ketat untuk membatasi distribusi ulang gratis meskipun masih menyediakan kode sumber secara gratis.
  • Ubuntu
    Distro Linux yang didasarkan pada Debian dan dikembangkan oleh Canonical Ltd. Ubuntu memiliki antarmuka pengguna yang intuitif dan ramah, serta dukungan komunitas yang luas. Ubuntu juga memiliki banyak varian seperti Kubuntu, Xubuntu, Lubuntu, dan lain-lain yang menggunakan lingkungan desktop yang berbeda.
  • Fedora
    Didukung oleh Red Hat, Proyek Fedora digerakkan oleh komunitas yang berisi perangkat lunak sumber terbuka dan bebas. Red Hat Enterprise Linux bercabang dari Fedora, jadi anggaplah Fedora sebagai sistem operasi hulu RHEL. Pada akhirnya RHEL akan mendapatkan pembaruan dari Fedora setelah pengujian menyeluruh dan jaminan kualitas. Anggap saja Fedora sebagai Ubuntu yang setara yang menggunakan backend Red Hat, bukan Debian.
  • Linux Mint
    Distro Linux yang juga didasarkan pada Debian dan Ubuntu. Linux Mint menawarkan pengalaman desktop yang halus, lengkap, dan menyenangkan dengan tampilan yang elegan dan modern. Linux Mint memiliki beberapa edisi seperti Cinnamon, MATE, Xfce, dan KDE yang menggunakan lingkungan desktop yang berbeda.
  • Arch Linux
    Arch adalah distribusi Linux yang ringan dan fleksibel yang digerakkan 100% oleh komunitas. Mirip dengan Debian, Arch menggunakan model rilis bergulir sehingga pembaruan tambahan pada akhirnya menjadi rilis Stabil. Anda benar-benar perlu mengotori tangan Anda untuk memahami sistem dan fungsinya, tetapi sebagai gantinya Anda mendapatkan kendali penuh dan total atas sistem Anda.
  • openSuse
    openSUSE Linux dibuat oleh Proyek openSUSE. Sebuah komunitas yang mempromosikan penggunaan Linux di mana saja, bekerja sama secara terbuka, transparan, dan bersahabat sebagai bagian dari komunitas Perangkat Lunak Bebas dan Sumber Terbuka di seluruh dunia. openSUSE merupakan Distribusi Linux tertua kedua yang masih berjalan dan berbagi sistem dasar dengan produk SUSE Linux Enterprise yang telah meraih banyak penghargaan.

Barakallahu fiikum

Creative Commons License
Tulisan ini berada di bawah naungan lisensi (perjanjian pengguna) Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.
Referensi:
AI Projek
Temukan Pengetahuan Baru, Pelajari, Berubah, dan Bagikan Kebaikannya!

Komentar